Recent post
F-22 Raptor adalah pesawat tempur
siluman buatan Amerika Serikat. Pesawat ini awalnya direncanakan untuk
dijadikan pesawat tempur superioritas udara untuk digunakan menghadapi pesawat
tempur Uni Soviet, tetapi pesawat ini juga dilengkapi peralatan untuk serangan
darat, peperangan elektronik, dan sinyal intelijen. Pesawat ini melalui masa
pengembangan yang panjang, versi prototipnya diberi nama YF-22,
tiga tahun sebelum secara resmi dipakai diberi nama F/A-22, dan
akhirnya diberi nama F-22A ketika resmi mulai dipakai pada
Desember 2005. Lockheed Martin Aeronautics adalah kontraktor utama yang
bertanggungjawab memproduksi sebagian besar badan pesawat, persenjataan, dan
perakitan F-22. Kemudian mitranya, Boeing Integrated Defense Systems memproduksi
sayap, peralatan avionik, dan pelatihan pilot dan perawatan.
Sejarah
YF-22, pesawat
pengembangan yang menjadi dasar untuk pembuatan F-22.
Advanced Tactical Fighter (ATF) merupakan kontrak untuk
demonstrasi dan program validasi yang dilakukan Angkatan Udara Amerika Serikat untuk
mengembangkan sebuah generasi baru pesawat tempur superioritas udara untuk
menghadapi ancaman dari luar Amerika Serikat, termasuk dikembangkannya pesawat
kelas Su-27 era Soviet.
Pada tahun 1981, Angkatan Udara Amerika Serikat memetakan
syarat-syarat yang harus dipenuhi sebuah pesawat tempur baru yang direncanakan
untuk menggantikan F-15 Eagle. ATF direncanakan untuk memadukan teknologi
modern seperti logam canggih dan material komposit, sistem kontrol mutakhir,
sistem penggerak bertenaga tinggi, dan teknologi pesawat siluman.
Proposal untuk kontrak ini diajukan pada tahun 1986, oleh
dua tim kontraktor, yaitu Lockheed-Boeing-General Dynamics dan
Northrop-McDonnell Douglas, yang terpilih pada Oktober 1986 untuk melalui fase
demonstrasi dan validasi selama 50 bulan, yang akhirnya menghasilkan dua
prototip, yaitu YF-22 dan YF-23.
Pesawat ini direncanakan untuk menjadi pesawat Amerika
Serikat paling canggih pada awal abad ke-21, karena itu pesawat ini merupakan
pesawat tempur paling mahal dengan harga US$120 juta per unit, atau US$361 juta
per unit bila ditambahkan dengan biaya pengembangan. Pada April 2005, total
biaya pengembangan program ini adalah US$70 miliar menyebabkan jumlah pesawat
yang direncanakan akan dibuat turun menjadi 438, lalu 381, dan sekarang 180,
dari rencana awal 750 pesawat. Salah satu faktor penyebab pengurangan ini
adalah karena F-35 Lightning II akan memiliki teknologi yang sama dengan F-22,
tapi dengan harga satuan yang lebih murah.
Bagian-bagian
pesawat F-22 dikerjakan oleh kontraktor yang berbeda-beda.
YF-22 'Lightning II'
YF-22 merupakan pesawat pengembangan yang menjadi dasar
untuk pembuatan F-22 versi produksi. Namun, ada beberapa perbedaan signifikan
antara keduanya, yaitu perubahan posisi kokpit, perubahan struktur, dan banyak
perubahan kecil lainnya. Kedua pesawat ini sering tertukar pada foto-foto,
umumnya pada sudut pandang yang sulit untuk melihat fitur-fitur tertentu. YF-22
diberikan julukan Lighting II oleh Lockheed, nama ini bertahan
sampai pertengahan 1990-an. Untuk beberapa waktu, pesawat ini juga sempat
diberi julukan SuperStar and Rapier. Namun
F-35 kemudian secara resmi mendapat nama Lighting II pada 7
Juli 2006.
YF-22 mendapatkan kontrak ATF setelah memenangkan
kompetisi terbang mengalahkan YF-23 buatan Northrop-McDonnell Douglas. Pada
April 2002, pada saat pengetesan prototip pertama YF-22 jatuh ketika mendarat
di Pangkalan Udara Edwards di California. Sang tes pilot, Tom Morgenfeld tidak
terluka. Penyebab jatuh ini adalah kesalahan pada perangkat lunak.
Produksi
Proses produksi
F-22.
F-22 versi produksi pertama kali dikirim ke Pangkalan
Udara Nellis, Nevada pada tanggal 14 Januari 2003. Pengetesan dan evaluasi
terakhir dilakukan pada 27 Oktober 2004. Pada akhir 2004, sudah ada 51 Raptor
yang terkirim, dengan 22 lagi dipesan pada anggaran fiskal 2004. Kehancuran
versi produksi pertama kali terjadi pada 20 Desember 2004 pada saat lepas
landas, sang pilot selamat setelah eject
beberapa saat sebelum jatuh. Investigasi kejatuhan ini menyimpulkan bahwa
interupsi tenaga saat mematikan mesin sebelum lepas landas menyebabkan
kerusakan pada sistem kontrol.
Pergantian nama
Versi produksi pesawat ini diberi nama F-22 Raptor ketika
pertama kali dimunculkan pada tanggal 9 April 1997 di Lockheed-Georgia
Co.,Marietta, Georgia.
Pada September 2002, petinggi Angkatan Udara Amerika
Serikat mengubah nama Raptor menjadi F/A-22. Penamaan ini, yang mirip dengan
penamaan F/A-18 Hornet Angkatan Laut Amerika Serikat, bertujuan untuk mendorong
citra Raptor sebagai pesawat tempur sekaligus pesawat serang darat, dikarenakan
oleh perdebatan yang terjadi di pemerintahan AS tentang pentingnya pesawat
tempur superioritas udara yang sangat mahal. Nama ini kemudian dikembalikan
lagi menjadi F-22 pada 12 Desember 2005, dan kemudian pada 15 Desember 2005
F-22A secara resmi mulai dipakai.
Dua F-22 Raptor.
F-22 (atas) merupakan versi pengembangan, Raptor 01.
Pembelian
Awalnya Angkatan Udara Amerika Serikat berencana memesan
750 ATF, dengan produksi dimulai pada tahun 1994. Pada tahun 1990 Major
Aircraft Review mengubah rencana menjadi 648 pesawat udara yang dimulai pada
tahun 1996. Tujuan akhirnya berubah lagi pada tahun 1994, menjadi 442 pesawat
memasuki masa pakai pada tahun 2004. Laporan Kementrian Pertahanan pada tahun
1997mengubah pembelian menjadi 339. Pada tahun 2003, Angkatan Udara mengatakan
bahwa pembatasan pembiayaan kongresional yang ada sekarang membatasi pembelian
menjadi 277. Pada tahun 2006, Pentagon mengatakan akan membeli 183 pesawat,
yang akan menghemat $15 miliar tapi akan menaikkan pembiayaan per pesawat.
Rencana ini telah mendapat persetujuan de facto dari Kongres
dalam bentuk rencana pembelian beberapa tahun yang masih membuka peluang untuk
pemesanan baru melewati titik tersebut. Lockheed Martin telah mengatakan bahwa
pada FY(Fiscal Year/Tahun Fiskal) 2009 mereka sudah harus tahu apakah lebih
banyak pesawat akan dibeli untuk pemesanan barang-barang long-lead.
Pada April 2006, biaya F-22A ditaksir oleh Government
Accountability Office menjadi $361 juta per pesawat. Biaya ini mencerminkan
total biaya program F-22A total program cost, dibagi jumlah jet yang akan
dibeli oleh Angkatan Udara. Sejauh ini, Angkatan Udara telah menginvestasikan
sebanyak $28 miliar dalam riset, pengembangan, dan percobaan Raptor. Uang itu
yang disebut sebagai "sunk cost"
telah dibelanjakan dan terpisah dari uang yang digunakan untuk pengambilan
keputusan di masa depan, termasuk pembelian kopi dari jet tersebut.
F-22 (atas)
dengan pendahulunya, F-15.
Saat semua 183 jet telah dibeli, $34 miliar akan
dibelanjakan untuk pembelian pesawat udara ini. Ini akan menghasilkan biaya
sekitar $339 juta per pesawat udara berdasarkan biaya total program. Kenaikan
biaya dari satu tambahan F-22 adalah sekitar $120 juta. Jika Angkatan Udara
akan membeli 100 buah tambahan F-22 hari ini, tiap pesawat akan berharga lebih
rendah dari $117 juta dan akan terus jatuh dengan tambahan pembelian pesawat.
F-22 bukan pesawat paling mahal yang pernah ada, kekhasan
itu sepertinya berpulang pada B-2 Spirit yang secara kasar bernilai $2,2 miliar
per unit. Walaupun kenaikan biaya di bawah 1 miliar US Dollar. Untuk lebih
adilnya, pemesanan B-2 berubah dari ratusan menjadi beberapa lusin ketika
Perang Dingin berakhir sehingga harga per unitnya melangit. F-22 menggunakan
lebih sedikit bahan penyerap radar daripada B-2 atau F-117 Nighthawk dengan
harapan biaya perawatan yang akan menjadi lebih rendah.
Ciri-ciri
Mesin Pratt
& Whitney F119 F-22.
Pergerakan
Mesin turbofan ganda Pratt & Whitney F119-PW-100 F-22
memiliki kemampuan pengarah daya dorong. Pengarah ini bisa mengatur perputaran
axis pitch sampai sekitar 20°. Daya dorong maksimum mesin ini
masih dirahasiakan, namun diperkirakan sekitar 35.000 lbf (156 kN) per
turbofan. Kecepatan maksimum pesawat ini diperkirakan sekitar Mach 1,2 ketika
dalam supercruise tanpa senjata
eksternal. Dengan afterburner,
menurut Lockheed Martin, kecepatannya "lebih dari Mach 2,0" (2.120
km/jam).
F-22 juga bisa bermanuver dengan sangat baik pada
kecepatan supersonik maupun subsonik. Penggunaan pengarah daya dorong
membuatnya bisa berbelok secara tajam, dan melakukan manuver ekstrem seperti
Manuver Herbst, Kobra Pugachev, dan Kulbit. F-22 juga bisa mempertahankan sudut
menyerang konstan yang lebih besar dari 60°. Ketinggian terbang juga
memengaruhi serangan. Dalam latihan militer di Alaska pada Juni 2006, para
pilot F-22 menyebut bahwa kemampuan terbang pada ketinggian yang lebih tinggi
dari pesawat lain merupakan salah satu faktor penentu kemenangan mutlak F-22
pada latihan tersebut.
Avionik
Radar APG-77-1A yang
dipakai oleh F-22.
F-22 menggunakan radar AN/APG-77 AESA yang dirancang
untuk operasi superioritas udara dan serangan darat yang sulit dideteksi
pesawat lawan, menggunakan apertur aktif, dan dapat melacak beberapa target
sekaligus dalam cuaca apapun. AN/APG-77 mengganti frekuensinya 1.000 kali
setiap detik, membuatnya juga sangat sulit dilacak. Radar ini juga dapat
memfokuskan emisi terhadap sensor lawan yang membuat pesawat lawan mengalami
gangguan.
Informasi pada radar ini diproses oleh dua prosesor
Raytheon yang masing-masing dapat melakukan 10,5 miliar operasi per detik dan
memiliki memori 300 megabyte. Perangkat lunak pada F-22 terdiri dari 1,7 juta
baris koding yang sebagian besar memproses data yang ditangkap
radar. Radar ini memiliki jarak jangkau sekitar 125-150 mil dan
direncanakan untuk dimutakhirkan dengan jarak maksimum sekitar 250 mil.
F-22 juga memiliki beberapa fungsi yang unik untuk
pesawat seukurannya. Antara lain, pesawat ini memiliki kemampuan deteksi dan
identifikasi musuh yang hampir setara dengan RC-135 Rivet Joint. Kemampuan
"mini-AWACS" ini membuat F-22 sangat berguna di garis depan. Pesawat
ini bisa menandakan target untuk pesawat F-15 dan F-16, dan bahkan dapat
mengetahui pesawat apa yang pesawat kawan sedang targetkan, jadi bisa membuat
agar pesawat kawan tidak mengejar target yang sama.
Bus data yang digunakan pesawat ini diberi nama
MIL-STD-1394B, yang dirancang khusus untuk F-22. Sistem bus ini dikembangkan
dari sistem komersial FireWire (IEEE-1394) yang diciptakan oleh Apple dan
sering ditemukan pada komputer Apple Macintosh. Sistem bus data ini juga akan
digunakan pada pesawat tempur F-35 Lightning II.
Ruang senjata
internal F-22.
Persenjataan
F-22 dirancang untuk membawa peluru kendali udara ke
udara yang tersimpan secara internal di dalam badan pesawat agar tidak
mengganggu kemampuan silumannya. Peluncuran rudal ini didahului oleh membukanya
katup persenjataan lalu rudal didorong kebawah oleh sistem hidraulik. Pesawat
ini juga bisa membawa bom, misalnya Joint
Direct Attack Munition (JDAM) dan Small-Diameter
Bomb (SDB) yang lebih baru. Selain penyimpanan internal, pesawat ini juga
dapat membawa persenjataan pada empat titik eksternal, tetapi apabila ini
dipakai akan sangat mengurangi kemampuan siluman, kecepatan, dan kelincahannya.
Untuk senjata cadangan, F-22 membawa meriam otomatis M61A2 Vulcan 20 mm yang
tersimpan di bagian kanan pesawat, meriam ini membawa 480 butir peluru, dan
akan habis bila ditembakkan secara terus-menerus selama sekitar lima detik.
Meskipun begitu, F-22 dapat menggunakan meriam ini ketika bertarung tanpa
terdeteksi, yang akan dibutuhkan ketika rudal sudah habis.
Kemampuan siluman
F-22 menjatuhkan
bom JDAM GBU-32.
Pesawat tempur modern Barat masa kini sudah memakai
fitur-fitur yang membuat mereka lebih sulit dideteksi di radar dari pesawat
sebelumnya, seperti pemakaian material penyerap radar. Pada F-22, selain
pemakaian material penyerap radar, bentuk dan rupa F-22 juga dirancang khusus,
dan detail lain seperti cantelan pada pesawat dan helm pilot juga sudah dibuat
agar lebih tersembunyi. F-22 juga dirancang untuk mengeluarkan emisi
infra-merah yang lebih sulit untuk dilacak oleh peluru kendali "pencari
panas".
Namun, F-22 tidak tergantung pada material penyerap radar
seperti F-117 Nighthawk. Penggunaan material ini sempat memunculkan masalah
karena tidak tahan cuaca buruk. Dan tidak seperti pesawat pengebom siluman B-2
Spirit yang membutuhkan hangar khusus, F-22 dapat diberikan perawatan pada
hangar biasa. Selain itu, F-22 juga memiliki sistem yang bernama "Signature
Assessment System" yang akan menandakan kapan jejak radar pesawat
sudah tinggi sampai akhirnya membutuhkan pembetulan dan perawatan.
Pemakaian afterburner
juga membuat emisi pesawat lebih mudah ditangkap oleh radar, ini diperkirakan
adalah alasan mengapa pesawat F-22 difokuskan untuk bisa memiliki kemampuan supercruise.
Spesifikasi
(F-22 Raptor)
Data dari USAF,
situs Tim F-22 Raptor dan Aviation Week & Space Technology
Ciri-ciri umum
1.
Kru: 1
2.
Panjang: 62 kaki 1
in (18,90 m)
3.
Rentang sayap: 44 kaki 6
in (13,56 m)
4.
Tinggi: 16 kaki 8
in (5,08 m)
5.
Luas sayap: 840 kaki²
(78,04 m²)
6.
Airfoil: NACA 64A/05,92 akar, NACA 64A/04,29 ujung
7.
Berat kosong: 31.670 lb
(14.365 kg)
8.
Berat isi: 55.352 lb
(25.107 kg)
9.
Berat maksimum saat lepas landas: 80.000
lb (36.288 kg)
10.
Mesin: 2 × Pratt
& Whitney F119-PW-100 Turbofan pengarah daya dorong pitch, 35.000 lb
(155,7 kN) masing-masing
Kinerja
1.
Laju maksimum: Mach 2,42 (2.575 km/jam) pada altituda/ketinggian tinggi
2.
Laju
jelajah: Mach
1,72 (1.825 km/jam) pada altituda/ketinggian tinggi
3.
Jangkauan feri: 2.000 mi
(1.738 nm, 3.219 km)
4.
Langit-langit bata: 65.000
kaki (19.812 m)
5.
Laju tanjak: rahasia (tidak diketahui umum)
6.
Beban sayap: 66
lb/kaki² (322 kg/m²)
7.
Dorongan/berat: 1,26
8.
Maximum g-load: −3/+9
g
Persenjataan
1.
Meriam: 1×20 mm
(0,787 in) M61A2 Vulcan gatling gun di pangkal sayap kiri, 480 butir peluru
2.
Udara ke udara:
- 6× AIM-120
AMRAAM
- 2× AIM-9
Sidewinder
3.
Udara ke darat:
- 2× AIM-120
AMRAAM dan
- 2× AIM-9
Sidewinder dan salah satu:
- 2× 1.000 lb
JDAM atau
- 2× Wind
Corrected Munitions Dispensers (WCMDs) atau
- 8× 250 lb
GBU-39 Small Diameter Bomb
Lukisan rekaan dari lubang hitam di depan galaksi Bima
Sakti yang bermassa 10x massa matahari kita, dilihat dari jarak 600 km.
Lubang hitam adalah sebuah pemusatan massa yang cukup besar sehingga menghasilkan gaya gravitasi yang sangat besar. Gaya gravitasi yang sangat besar ini mencegah apa pun lolos darinya kecuali melalui perilaku terowongan kuantum. Medan gravitasi begitu kuat sehingga kecepatan lepas di dekatnya mendekati kecepatan cahaya. Tak ada sesuatu, termasuk radiasi elektromagnetik yang dapat lolos dari gravitasinya, bahkan cahaya hanya dapat masuk tetapi tidak dapat keluar atau melewatinya, dari sini diperoleh kata "Hitam". Istilah "Lubang Hitam" telah tersebar luas, meskipun ia tidak menunjuk ke sebuah lubang dalam arti biasa, tetapi merupakan sebuah wilayah di angkasa di mana semua tidak dapat kembali. Secara teoritis, lubang hitam dapat memliki ukuran apa pun, dari mikroskopik sampai ke ukuran alam raya yang dapat diamati.
Sejarah
Teori adanya lubang hitam pertama kali diajukan pada abad
ke-18 oleh John Michell and Pierre-Simon Laplace, selanjutnya
dikembangkan oleh astronom Jerman bernama KarlSchwarzschild, pada tahun
1916, dengan berdasar pada teori relativitas umum dari Albert Einstein,
dan semakin dipopulerkan oleh Stephen William Hawking.
Istilah lubang hitam mulai populer
ketika John Archibald Wheeler menggunakannya pada ceramah-ceramahnya
pada tahun 1967. Walaupun ia dianggap luas sebagai pencetus pertama istilah
ini, namun ia selalu menampik dengan pernyataan bahwa ia bukanlah penemu
istilah ini.
Asal Mula Lubang Hitam
Lubang Hitam tercipta ketika suatu obyek tidak dapat
bertahan dari kekuatan tekanan gaya gravitasinya sendiri. Banyak obyek (termasuk
matahari dan bumi) tidak akan pernah menjadi lubang hitam. Tekanan gravitasi
pada matahari dan bumi tidak mencukupi untuk melampaui kekuatan atom dan nuklir dalam
dirinya yang sifatnya melawan tekanan gravitasi. Tetapi sebaliknya untuk obyek
yang bermassa sangat besar, tekanan gravitasilah yang menang.
Massa dari lubang hitam terus bertambah dengan cara
menangkap semua materi didekatnya. Semua materi tidak bisa lari dari jeratan
lubang hitam jika melintas terlalu dekat. Jadi obyek yang tidak bisa menjaga jarak
yang aman dari lubang hitam akan terhisap. Mungkin suatu saat matahari, bumi
dan bulan dapat terhisap oleh lubang hitam. Berlainan dengan reputasi yang
disandangnya saat ini yang menyatakan bahwa lubang hitam dapat menghisap apa
saja disekitarnya, lubang hitam tidak dapat menghisap material yang jaraknya
sangat jauh dari dirinya. dia hanya bisa menarik materi yang lewat sangat dekat
dengannya. Contoh : bayangkan matahari kita menjadi lubang hitam
dengan massa yang sama. Kegelapan akan menyelimuti bumi dikarenakan tidak
ada pancaran cahaya dari lubang hitam, tetapi bumi akan tetap mengelilingi
lubang hitam itu dengan jarak dan kecepatan yang sama dengan saat ini dan tidak
terhisap masuk kedalamnya. Bahaya akan mengancam hanya jika bumi kita berjarak
10 mil dari lubang hitam, hal ini masih jauh dari kenyataan bahwa bumi berjarak
93 juta mil dari matahari. Lubang hitam juga dapat bertambah massanya dengan
cara bertubrukan dengan lubang hitam yang lain sehingga menjadi satu lubang
hitam yang lebih kecil. Kita tidak dapat melihat lubang hitam akan tetapi kita
bisa mendeteksi materi yang tertarik / tersedot ke arahnya. Dengan cara inilah,
para astronom mempelajari dan mengidentifikasikan banyak lubang hitam di
angkasa lewat observasi yang sangat hati-hati sehingga diperkirakan di angkasa
dihiasi oleh jutaan lubang hitam babe.
A. Majas Perbandingan
Majas Perbandingan ialah kata-kata berkias yang menyatakan
perbandingan untuk meningkatkan kesan dan pengaruhnya terhadap pendengar atau
pembaca”. Ditinjau dari cara pengambilan perbandingannya, Majas Perbandingan
dibagi menjadi:
1) Asosiasi atau Perumpamaan
Majas asosiasi atau perumpamaan adalah perbandingan
dua hal yang pada hakikatnya berbeda, tetapi sengaja dianggap sama. Majas ini
ditandai oleh penggunaan kata bagai, bagaikan, seumpama, seperti, dan laksana.
Contoh :
a) Semangatnya keras bagaikan baja.
b) Mukanya pucat bagai mayat.
c) Wajahnya kuning bersinar bagai bulan purnama
2) Metafora
Metafora adalah majas yang mengungkapkan ungkapan
secara langsung berupa perbandingan analogis.
Me·ta·fo·ra /métafora/ : Pemakaian kata atau kelompok
kata bukan dengan arti yang sebenarnya, melainkan sebagai lukisan yang
berdasarkan persamaan atau perbandingan, misalnya tulang punggung dalam kalimat
pemuda adalah tulang punggung negara
Contoh:
a) Engkau belahan
jantung hatiku sayangku. (sangat penting)
b) Raja siang keluar
dari ufuk timur
c) Jonathan adalah
bintang kelas dunia.
d) Harta karunku (sangat
berharga)
e) Dia dianggap anak
emas majikannya.
f) Perpustakaan
adalah gudang ilmu.
3) Personifikasi
Personifikasi adalah majas yang membandingkan
benda-benda tak bernyawa seolah-olah mempunyai sifat seperti manusia.
Contoh:
a) Badai mengamuk dan merobohkan rumah penduduk.
b) Ombak berkejar-kejaran ke tepi pantai.
c) Peluit wasit menjerit panjang menandai akhir dari
pertandingan tersebut.
4) Alegori
Alegori adalah Menyatakan dengan cara lain, melalui
kiasan atau penggambaran.
Alegori: majas perbandingan yang bertautan satu dan
yang lainnya dalam kesatuan yang utuh. Contoh: Suami sebagai nahkoda, Istri
sebagai juru mudi
Alegori biasanya berbentuk cerita yang penuh dengan
simbol-simbol bermuatan moral.
Contoh:
Perjalanan hidup manusia seperti sungai yang mengalir
menyusuri tebing-tebing, yang kadang-kadang sulit ditebak kedalamannya, yang
rela menerima segala sampah, dan yang pada akhirnya berhenti ketika bertemu
dengan laut.
5) Simbolik
Simbolik adalah majas yang melukiskan sesuatu dengan
mempergunakan benda, binatang, atau tumbuhan sebagai
simbol atau lambang.
Contoh:
a) Ia terkenal sebagai buaya darat.
b) Rumah itu hangus dilalap si jago
merah.
c) Bunglon, lambang orang yang tak
berpendirian
d) Melati, lambang kesucian
e) Teratai, lambang pengabdian
6) Metonimia
Metonimia adalah majas yang menggunakan ciri atau
lebel dari sebuah benda untuk menggantikan benda tersebut.Pengungkapan tersebut
berupa penggunaan nama untuk benda lain yang menjadi merek, ciri khas, atau
atribut.
Contoh:
a) Di kantongnya selalu terselib gudang garam.
(maksudnya rokok gudang garam)
b) Setiap pagi Ayah selalu menghirup kapal api.
(maksudnya kopi kapal api)
c) Ayah pulang dari luar negeri naik garuda (maksudnya
pesawat)
7) Sinekdok
Sinekdok adalah majas yang menyebutkan bagian untuk
menggantikan benda secara keseluruhan atau sebaliknya. Majas sinekdokhe terdiri
atas dua bentuk berikut.
a) Pars pro toto, yaitu menyebutkan sebagian untuk
keseluruhan.
Contoh:
(a) Hingga detik ini ia belum kelihatan batang hidungnya.
(b) Per kepala mendapat Rp. 300.000.
b) Totem pro parte, yaitu menyebutkan keseluruhan
untuk sebagian.
Contoh:
(a) Dalam pertandingan final bulu tangkis Rt.03
melawan Rt. 07.
(b) Indonesia akan memilih idolanya malam nanti.
8) Simile:
Pengungkapan dengan perbandingan eksplisit yang
dinyatakan dengan kata depan dan penghubung, seperti layaknya, bagaikan,
" umpama", "ibarat","bak", bagai".
Contoh:
Kau umpama air aku bagai minyaknya, bagaikan Qais dan
Laila yang dimabuk cinta berkorban apa saja.
B. Majas Pertentangan
Majas Pertentangan adalah
“Kata-kata berkias yang menyatakan pertentangan dengan yang dimaksudkan
sebenarnya oleh pembicara atau penulis dengan maksud untuk memperhebat atau
meningkatkan kesan dan pengaruhnya kepada pembaca atau pendengar”. Jenis-jenis
Majas Pertentangan dibedakan menjadi berikut.
1) Antitesis
Antitesis adalah majas yang mempergunakan pasangan
kata yang berlawanan artinya.
Contoh:
a) Tua muda, besar kecil, ikut meramaikan festival
itu.
b) Miskin kaya, cantik buruk sama saja di mata Tuhan.
2) Paradoks
Paradoks adalah majas yang mengandung pertentangan
antara pernyataan dan fakta yang ada.
Contoh;
a) Aku merasa sendirian di tengah kota Jakarta yang
ramai ini.
b) Hatiku merintih di tengah hingar bingar pesta yang
sedang berlangsung ini.
3) Hiperbola
Majas hiperbola adalah majas yang berupa pernyataan
berlebihan dari kenyataannya dengan maksud memberikan kesan mendalam atau
meminta perhatian.
Contoh:
a) Suaranya menggelegar membelah angkasa.
b) Tubuhnya tinggal kulit pembalut tulang.
4) Litotes
Litotes adalah majas yang menyatakan sesuatu dengan
cara yang berlawanan dari kenyataannya dengan mengecilkan atau menguranginya.
Tujuannya untuk merendahkan diri.
Contoh:
a) Makanlah seadanya hanya dengan nasi dan air putih
saja.
b) Mengapa kamu bertanya pada orang yang bodoh seperti
saya
ini?
C. Majas Sindiran
Majas Perbandingan ialah kata-kata berkias yang menyatakan
sindiran untuk meningkatkan kesan dan pengaruhnya terhadap pendengar atau
pembaca”. Majas sindirian dibagi menjadi:
1) Ironi
Ironi adalah majas yang menyatakan hal yang
bertentangan denganmaksud menyindir.
Contoh:
a) Ini baru siswa teladan, setiap hari pulang malam.
b) Bagus sekali tulisanmu sampai tidak dapat dibaca.
2) Sinisme
Sinisme adalah majas yang menyatakan sindiran secara
langsung.
Contoh :
a) Perkataanmu tadi sangat menyebalkan, tidak pantas
diucapkan oleh orang terpelajar sepertimu.
b) Lama-lama aku bisa jadi gila melihat tingkah lakumu
itu.
3) Sarkasme
Sarkasme adalah majas sindiran yang paling kasar.
Majas ini biasanya diucapkan oleh orang yang sedang marah.
Contoh:
a) Mau muntah aku melihat wajahmu, pergi kamu!
b) Dasar kerbau dungu, kerja begini saja tidak becus!
D. Majas Penegasan
Majas Perbandingan ialah kata-kata
berkias yang menyatakan penegasan untuk meningkatkan kesan dan pengaruhnya
terhadap pendengar atau pembaca”. Majas penegasan terdiri atas tujuh bentuk
berikut.
1) Pleonasme
Pleonasme adalah majas yang menggunakan kata-kata
secara berlebihan dengan maksud menegaskan arti suatu kata.
Contoh:
a) Semua siswa yang di atas agar segera turun ke
bawah.
b) Mereka mendongak ke atas menyaksikan pertunjukan
pesawat tempur.
2) Repetisi
Repetisi adalah majas perulangan kata-kata sebagai
penegasan.
Contoh:
a) Dialah yang kutunggu, dialah yang kunanti, dialah
yang kuharap.
b) Marilah kita sambut pahlawan kita, marilah kita
sambut idola kita, marilah kita sambut putra bangsa.
3) Paralelisme
Paralelisme adalah majas perulangan yang biasanya ada
di dalam puisi.
Contoh:
Cinta adalah pengertian
Cinta adalah kesetiaan
Cinta adalah rela berkorban
4) Tautologi
Tautologi adalah majas penegasan dengan mengulang
beberapa kali sebuah kata dalam sebuah kalimat dengan maksud menegaskan. Kadang
pengulangan itu menggunakan kata bersinonim.
Contoh:
a) Bukan, bukan, bukan itu maksudku. Aku hanya ingin
bertukar pikiran saja.
b) Seharusnya sebagai sahabat kita hidup rukun, akur,
dan bersaudara.
5) Klimaks
Klimaks adalah majas yang menyatakan beberapa hal
berturutturut dan makin lama makin meningkat.
Contoh:
a) Semua orang dari anak-anak, remaja, hingga orang
tua ikut antri minyak.
b) Ketua Rt, Rw, kepala desa, gubernur, bahkan
presiden sekalipun tak berhak mencampuri urusan pribadi seseorang.
6) Antiklimaks
Antiklimaks adalah majas yang menyatakan beberapa hal
berturutturut yang makin lama menurun.
a) Kepala sekolah, guru, dan siswa juga hadir dalam
acara syukuran itu.
b) Di kota dan desa hingga pelosok kampung semua orang
merayakan HUT RI ke -62.
7) Retorik
Retorik adalah majas yang berupa kalimat tanya namun
tak memerlukan jawaban. Tujuannya memberikan penegasan, sindiran, atau
menggugah.
Contoh:
a) Kata siapa cita-cita bisa didapat cukup dengan
sekolah formal saja?
b) Apakah ini orang yang selama ini kamu
bangga-banggakan ?
d. Majas Pertentangan
Narkoba adalah singkatan dari narkotika dan
obat/bahan berbahaya. Selain "narkoba", istilah lain yang
diperkenalkan khususnya oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia adalah Napza yang
merupakan singkatan dari Narkotika, Psikotropika, dan Zat Adiktif.
Semua istilah
ini, baik "narkoba" ataupun "napza", mengacu pada kelompok
senyawa yang umumnya memiliki risiko kecanduan bagi penggunanya. Menurut pakar
kesehatan, narkoba sebenarnya adalah senyawa-senyawa psikotropika yang biasa
dipakai untuk membius pasien saat hendak dioperasi atau obat-obatan untuk penyakit
tertentu. Namun kini persepsi itu disalah artikan akibat pemakaian di luar
peruntukan dan dosis yang semestinya.
Pengertian
Narkotika adalah
zat atau obat yang berasal dari tanaman atau bukan tanaman, baik sintetis
maupun semi sintetis yang dapat menyebabkan penurunan atau perubahan kesadaran,
hilangnya rasa nyeri dan dapat menimbulkan ketergantungan (Undang-Undang No. 35
tahun 2009). Narkotika digolongkan menjadi tiga golongan sebagaimana tertuang
dalam lampiran 1 undang-undang tersebut. Yang termasuk jenis narkotika adalah:
tanaman papaver, opium mentah, opium masak (candu, jicing, jicingko), opium
obat, morfin, kokain, ekgonina, tanaman ganja, dan damar ganja. Garam-garam dan
turunan-turunan dari morfin dan kokain, serta campuran-campuran dan
sediaan-sediaan yang mengandung bahan tersebut di atas.
Psikotropika
adalah zat atau obat, baik alamiah maupun sintetis bukan narkotika, yang
berkhasiat psikoaktif melalui pengaruh selektif pada susunan saraf pusat yang
menyebabkan perubahan pada aktivitas mental dan perilaku (Undang-Undang No.
5/1997). Terdapat empat golongan psikotropika menurut undang-undang tersebut,
namun setelah diundangkannya UU No. 35 tahun 2009 tentang narkotika, maka
psikotropika golongan I dan II dimasukkan ke dalam golongan narkotika. Dengan
demikian saat ini apabila bicara masalah psikotropika hanya menyangkut
psikotropika golongan III dan IV sesuai Undang-Undang No. 5/1997. Zat yang
termasuk psikotropika antara lain:
Sedatin (Pil BK),
Rohypnol, Magadon, Valium, Mandrax, Amfetamine, Fensiklidin, Metakualon,
Metifenidat, Fenobarbital, Flunitrazepam, Ekstasi, Shabu-shabu, LSD (Lycergic
Syntetic Diethylamide) dan sebagainya.
Bahan Adiktif
berbahaya lainnya adalah bahan-bahan alamiah, semi sintetis maupun sintetis
yang dapat dipakai sebagai pengganti morfin atau kokain yang dapat mengganggu
sistem syaraf pusat, seperti:
Alkohol yang
mengandung ethyl etanol, inhalen/sniffing (bahan pelarut) berupa zat organik
(karbon) yang menghasilkan efek yang sama dengan yang dihasilkan oleh minuman
yang beralkohol atau obat anaestetik jika aromanya dihisap. Contoh:
lem/perekat, aceton, ether dan sebagainya.
Penyebaran
Hingga kini
penyebaran penyalahgunaan narkoba sudah hampir tak bisa dicegah. Mengingat
hampir seluruh penduduk dunia dapat dengan mudah mendapat narkoba dari
oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab. Tentu saja hal ini bisa membuat orang
tua, organisasi masyarakat, dan pemerintah khawatir.
Upaya pemberantas
narkoba pun sudah sering dilakukan, namun masih sedikit kemungkinan untuk
menghindarkan narkoba dari kalangan remaja maupun dewasa, bahkan anak-anak
usia SD dan SMP pun banyak yang terjerumus ke dalam penyalahgunaan
narkoba. Hingga saat ini upaya yang paling efektif untuk mencegah penyalahgunaan
Narkoba pada anak-anak adalah pendidikan keluarga. Orang tua diharapkan untuk
mengawasi dan mendidik anaknya agar selalu menjauhi penyalahgunaan Narkoba.
Kelompok Berdasarkan Efek
Berdasarkan efek
yang ditimbulkan terhadap pemakainya, narkoba dikelompokkan sebagai berikut:
1.
Halusinogen,
yaitu efek dari narkoba bisa mengakibatkan seseorang menjadi berhalusinasi
dengan melihat suatu hal/benda yang sebenarnya tidak ada/tidak nyata bila
dikonsumsi dalam sekian dosis tertentu. Contohnya kokain & LSD.
2.
Stimulan,
yaitu efek dari narkoba yang bisa mengakibatkan kerja organ tubuh seperti
jantung dan otak lebih cepat dari biasanya sehingga mengakibatkan penggunanya
lebih bertenaga serta cenderung membuatnya lebih senang dan gembira untuk
sementara waktu.
3.
Depresan,
yaitu efek dari narkoba yang bisa menekan sistem syaraf pusat dan mengurangi
aktivitas fungsional tubuh, sehingga pemakai merasa tenang bahkan tertidur dan
tidak sadarkan diri. Contohnya putaw.
4.
Adiktif,
yaitu efek dari narkoba yang menimbulkan kecanduan. Seseorang yang sudah
mengonsumsi narkoba biasanya akan ingin dan ingin lagi karena zat tertentu
dalam narkoba mengakibatkan seseorang cenderung bersifat pasif, karena secara
tidak langsung narkoba memutuskan syaraf-syaraf dalam otak. Contohnya: ganja,
heroin, dan putaw.
Jika terlalu lama
dan sudah ketergantungan narkoba maka lambat laun organ dalam tubuh akan
rusak dan jika sudah melebihi takaran maka pengguna itu akan overdosis dan
akhirnya mengakibatkan kematian.
Jenis
Heroin atau
diamorfin (INN) adalah sejenis opioid alkaloid. Heroin adalah derivatif
3.6-diasetil dari morfin (karena itulah namanya adalah diasetilmorfin) dan
disintesiskan darinya melalui asetilasi. Bentuk kristal putihnya umumnya adalah
garam hidroklorida, diamorfin hidroklorida. Heroin dapat menyebabkan kecanduan.
Ganja (Cannabis
sativa syn. Cannabis indica) adalah tumbuhan budidaya penghasil serat,
namun lebih dikenal karena kandungan zat narkotika pada bijinya, tetrahidrokanabinol (THC, tetra-hydro-cannabinol)
yang dapat membuat pemakainya mengalami euforia (rasa senang yang
berkepanjangan tanpa sebab). Ganja menjadi simbol budaya hippies yang
pernah populer di Amerika Serikat. Hal ini biasanya dilambangkan dengan daun
ganja yang berbentuk khas. Selain itu ganja dan opium juga didengungkan sebagai
simbol perlawanan terhadap arus globalisme yang dipaksakan negara kapitalis
terhadap negara berkembang. Di India, sebagian Sadhu yang menyembah
dewa Shiva menggunakan produk derivatif ganja untuk melakukan
ritual penyembahan dengan cara menghisap Hashish melalui pipa Chilam/Chillum
dan dengan meminum Bhang.
Pemanfaatan
Tumbuhan ganja
telah dikenal manusia sejak lama dan digunakan sebagai bahan pembuat kantung
karena serat yang dihasilkannya kuat. Biji ganja juga digunakan sebagai sumber
minyak. Namun demikian, karena ganja juga dikenal sebagai sumber narkotika dan
kegunaan ini lebih bernilai ekonomi, orang lebih banyak menanam untuk hal ini
dan di banyak tempat disalahgunakan. Di sejumlah negara penanaman ganja
sepenuhnya dilarang. Di beberapa negara lain, penanaman ganja diperbolehkan
untuk kepentingan pemanfaatan seratnya. Syaratnya adalah varietas yang ditanam
harus mengandung bahan narkotika yang sangat rendah atau tidak ada sama sekali.
Sebelum ada larangan ketat terhadap penanaman ganja, di Aceh daun ganja menjadi
komponen sayur dan umum disajikan. Bagi penggunanya, daun ganja kering dibakar
dan dihisap seperti rokok dan bisa juga dihisap dengan alat khusus bertabung
yang disebut bong.
Budidaya
Tanaman ini
ditemukan hampir disetiap negara tropis. Bahkan beberapa negara beriklim dingin
pun sudah mulai membudidayakannya dalam rumah kaca. Morfin adalah alkaloid
analgesik yang sangat kuat dan merupakan agen aktif utama yang ditemukan pada
opium. Morfin bekerja langsung pada sistem saraf pusat untuk menghilangkan
sakit. Efek samping morfin antara lain adalah penurunan kesadaran, euforia,
rasa kantuk, lesu, dan penglihatan kabur. Morfin juga mengurangi rasa lapar,
merangsang batuk, dan meyebabkan konstipasi. Morfin menimbulkan ketergantungan tinggi
dibandingkan zat-zat lainnya. Pasien morfin juga dilaporkan menderita insomnia
dan mimpi buruk. Kata "morfin" berasal dari Morpheus (Dewa mimpi
dalam mitologi Yunani).
Kokain adalah
senyawa sintetis yang memicu metabolisme sel menjadi sangat cepat. Kokain
merupakan alkaloid yang didapatkan dari tanaman Erythroxylon coca, yang berasal
dari Amerika Selatan, dimana daun dari tanaman ini biasanya dikunyah oleh
penduduk setempat untuk mendapatkan “efek stimulan”. Saat ini Kokain masih
digunakan sebagai anestetik lokal, khususnya untuk pembedahan mata, hidung dan
tenggorokan, karena efek vasokonstriksifnya juga membantu. Kokain
diklasifikasikan sebagai suatu narkotika, bersama dengan morfin dan heroin
karena efek adiktif.









.jpg)
.jpg)
